KOSMOLOGI LAUT DALAM TRADISI LISAN ORANG MANDAR DI SULAWESI BARAT

Sastri Sunarti

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kosmologi laut dalam tradisi lisan nelayan Mandar di Sulawesi Barat. Data penelitian ini meliputi ekspresi budaya dalam tradisi lisan seperti ritual laut dan sastra lisan yang terdapat di wilayah pesisir Mandar. Masalah yang hendak disoroti dalam penelitian adalah bagaimana kosmologi laut yang direpresentasikan dalam tradisi lisan orang Mandar sebagaimana terdapat dalam ritual laut dan cerita lisan yang berkaitan dengan laut. Untuk menunjang penelitian ini, digunakan metode etnografis dan kualitatif. Etnografis membantu memahami karakteristik orang Mandar dan kualitatif merupakan prasyarat dalam kajian lapangan sebagaimana yang sering dilakukan dalam penelitian tradisi lisan. Adapun data primer seperti cerita lisan Mandar akan dianalisis dengan pendekatan komposisi skematik lisan yang dikemukakan oleh Ong dan Sweeney. Hasil dan pembahasaan ini menunjukkan bahwa kosmologi laut orang Mandar sangat penting memeperlakukan laut sebagai tradisi dan arti penting laut dalam tradisi lisan nelayan Mandar ketika akan, dan, sedang melaut. Selain itu, pembahasaan ini menjelaskan proses asimilasi agama (Islam) dengan tradisi (agama lokal) di Mandar tanpa saling menafikan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, tradisi lisan ini sudah wajar dilaksanakan oleh masyarakat Mandar, Sulawesi Selatan sebagai sebuah budaya yang adiluhung.

 

 


Keywords


kosmologi laut; tradisi lisan; nelayan Mandar

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Alimuddin, M.R. (2013). Orang Mandar Orang Laut: Kebudayaan Bahari Mandar Mengarungi Gelombang Perubahan Za-man. Yogjakarta: Penerbit Ombak.

Alkausar, M. (2011). “Keterancaman Ritual Mappandesasi dalam Masyarakat Nelayan Etnik Mandar Kelurahan Bungkutoko Sulawesi Tenggara”. Tesis S-2. Denpasar: Universitas Udayana.

Dirjen Dikti. (2012). Pedoman Pengem-bangan Kajian Langka Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Depdiknas.

Geertz, C. (1993). “Blurred Genre: The Re-figuration of Social Thought”. In Local Knowledge: Further Essay in Inter-pretive Antrophology. New York: Basic Books.

Goody, J. (1968). Literacy in Traditional Soci-eties. Cambridge: Cambridge University Press.

Grimes, C.E. dan Barbara D.G. (1987). Lan-guage of South Sulawesi”. Pacific Lin-guistic Series D-No 78, Materials in Lan-guages of Indonesia, No. 38.

Kaprisma, H. dan Untung Y. (2015). “Coastal Culture of The West Sumatra: Language and Rites As Symbol Power”. Asian Stud-ies Journal, Vol. 1, N0.1, January 2015.

Hobsbawm, E.J dan T.O. Ranger. (1983). In-vented of Tradition. Cambridge University Press.

Lampe, M. (2012). “Bugis-Makassar Seaman-ship and Reproduction of Maritime Cul-tural Values in Indonesia”. Humaniora. Vol. 24, 2 Juni 2012, hlm. 121—132.

Lord, A.B. (1976). The Singer of Tales. New York: Atheneum.

Ismail, A. (2012). Agama Nelayan: Islam Lo-kal di Tanah Mandar. Jogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ismail, A. (2014). “Unsur-Unsur Islam dalam Ritual Nelayan Mandar di Pambusuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Su-lawesi Barat. Dalam Majalah Walasuji, Volume 5, No. 2, Desember 2014, hlm. 277—287.

Ong, W.J. (1982). Orality and Literacy: The Technologizing of the Word. London and New York: Methuen.

Mandra, A.M. (2000). Beberapa Kajian Tentang Budaya Mandara Plus. Majene: Yayasan Saq-Adawang Sendana.

Sweeney, A. (1972). Authors and Audiences in Traditional Malay Literature. Mono-graph No. 20. Center for South and Southeast Asia Studies. Berkeley: Uni-versity of California.

Sweeney, A. (1980). Authors and Audiences in Traditional Malay Literature. Berkeley: University of California.

Sweeney, A. (1987). A Full Hearing: Orality And Literacy In The Malay World. Berke-ley: University of California Press.

Uniawati. (2007). “Mantra Melaut Suku Bajo: Interpretasi Semiotik Riffaterre”. Tesis S-2, Magister Ilmu Sastra Program Pascasar-jana. Semarang: Universitas Diponegoro.

Vickers, A. (2009). Peradaban Pesisir Menuju Sejarah Budaya Asia Tenggara. Denpasar: Pustaka Larasan dan Udayana University Press.

Wahyudi, S.S. ““Sedekah Laut‟ Tradition for in the Fishermen Community in Pek-alongan Central Java”. Jurnal of Coastal Development, Vol. 14 Number 3 June 2011.

Widati, S. (2011). “Tradisi Sedekah Laut di Wonokerto Kapupaten Pekalongan: Kajian Perubahan Bentuk dan Fungsi”. Dalam Jurnal PP Vol. 1, No. 2, Desember 2011.




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v29i1.99.33-48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

  
   

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com