PSK DALAM FRAMING TIGA MONOLOG/PROSTITUTE ON THREE MONOLOGUES FRAMING

Resti Nurfaidah

Abstract


Abstrak 

Makalah berjudul “PSK dalam Framing Tiga Monolog” ditulis untuk membahas tokoh PSK dalam ketiga monolog yang bertemakan kehidupan PSK, yaitu Monolog Tanda Tanya (Anggi Eka Putri), Monolog Pelacur (Putu Wijaya), danMonolog Cahaya (Lenny Koroh dan Silvester Hurit). Penelitian dalam makalah tersebut dibatasi pada penampilan tokoh PSK dalam ketiga monolog, pembahasan PSK berdasarkan konsep framingdan representasi, serta sikap lingkungan terhadap tokoh PSK. Penelitian ini merupakan kualitatif dengan metode analisis deskriptif komparatif pada ketiga monolog. Konsep teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah framing Pan & Konscki, serta representasi Hall. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil berikut: (1) PSK yang ditampilkan dalam ketiga monolog ditunjukkan sebagai perempuan yang terjerumus. Tokoh PSK mudah terjerumus ke dalam dunia hitam, tetapi sulit keluar dari dunia tersebut; (2) Berdasarkan hasil framing dan representasi, tokoh PSK merupakan korban yang tidak mampu mengatasi dampak pelecehan seksual atau pemerkosaan. Kekecewaan berkepanjangan tidak pernah teratasi karena tokoh PSK dipertemukan dengan lingkungan atau pihak yang berkompeten menjerumuskan perempuan itu di dunia hitam, misalnya teman atau kekasih. Konflik dengan sosok ayah juga dianggap sebagai pencetus utama tercetusnya seorang perempuan ke dunia hitam; serta (3) sikap lingkungan terhadap tokoh PSK menunjukkan bahwa dunia hitam para PSK bukan dunia yang ramah. PSK tidak dapat ke luar dari dunia tersebut dengan mudah sementara ia harus bertanggung jawab untuk kehidupan anggota keluarganya.  Selain itu, ia harus menanggung risiko besar selama menjalani profesinya, tanpa perlindungan apa pun. PSK bukan saja mengalami kesulitan di dunianya sendiri, melainkan pula di dunia luar. Lingkungan sosial sulit menerima eksistensi mereka, bahkan cenderung merendahkan. Tidak jarang lingkungan sosial dapat menjadi pencetus atau pendukung terjerumusnya seorang perempuan menjadi PSK.

 

Kata kunci: PSK, framing, pelecehan, korban

 

Abstract

"PSK in Framing of Three Monologues" discussed prostitute figures on the three prostitute themed monologues:  Monolog Tanda Tanya (Anggi Eka Putri), Monolog Pelacur (Putu Wijaya), dan Monolog Cahaya (Lenny Koroh dan Silvester Hurit). The research was limited to (1) the appearance of prostitute figures in all three monologues, (2) prostitute discussions based on the result of framing and representation, also (3) environmental reactions towards prostitutes. This research is qualitative with a comparative descriptive analysis method on all three monologues. The theoretical concept used in this research was Pan & Konscki’s framing, as well as Hall representation of the. The result was below. First, PSK displayed in all three monologues was shown as women who were extremely trapped. PSK figures easily fell into the site, but were difficult to get out from. Second, based on the framing and representation, prostitute figures were victims who were unable to cope with the effects of sexual harassment or rape. Prolonged disappointment had never been resolved because they met with the environment or the competent party plunged them into such world, such as friends or lovers. Conflict with a father figure was also considered as the main originator of the emergence of a woman into the sit. Three, the environmental attitude towards the prostitute shew that the surroundings of prostitutes were not a friendly world. They won’t let to be out of it easily while, on the other hand, they had to be responsible for the lives of their family members. In addition, they were close to high-risks of their profession, without any protection. Prostitutes were not only experience difficulties in their own world, but also in the outside world. The social environment also hardly accepted their existence, even tends to be condescending. Sometimes, it could be the originator or supporter of a woman becoming a prostitute.

 

Keywordsprostitute, framing, harrashment, victims


Keywords


PSK; framing; pelecehan; korban

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Acosta, A. (2011). Representation, Meaning, and Language. Dalam https://alisaacosta.com diunduh 5 November 2018.

Entman, R.M. (1993). Framing Toward Clarification of a Fractured Paradigm. Journal of Communication, Volume 43, Number 4, 1993. New York State: Syracuse University.

Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKIS.

Goffman, E. (1974). Framing Analysis: An Essay on the Organization of Experience. Boston: Northeastern University Press.

Hall, S. (1997). The Work of Representation. Dalam Representation: Cultural Representation and Signifying Practices. London: Sage Publishing.

Hasanah, A.F. (2013). Masalah Prostitusi atau Pelacuran. Makalah tidak diterbitkan. Bandung: Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung.

Koroh, L. dan Hurit, S. (2017). Monolog Cahaya. NTT: Panggung Teater Perempuan Biasa II.

Maulida, A. (2015). Prostitusi di Indonesia. Makalah tidak diterbitkan. Yogyakarta: Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Moleong, L.J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Nurfaidah, R. (2016). PSK dalam Cerpen 2000-an. Dalam Prosiding Seminar Sosiologi Sastra UI 2016. Depok: FIB UI.

Nurfaidah, R. (2017). “PSK dalam Male Gaze Tiga Novel” dalam Prosiding Seminar Sosiologi Sastra UI 2016. Depok: FIB UI.

Pan, P.Z. & Kosicki, G.M. (1993). Framing Analysis: An Approach to News Discourse. Jurnal Political of Communication, 10(1), 55.

Putri, Anggia Eka. (2016). Monolog Tanda Tanya. Teater ‘O’ dan Semut Teater Production dalam dalam Putri, Anggia Eka. 2016. Monolog Tanda Tanya dalam www.youtube.com diunduh 12 November 2018.

Sedyaningsih-Mamahit, E.R. (2010). Perempuan-Perempuan Kramat Tunggak. Jakarta: KPG.

Wijaya, P. (2017). Monolog Pelacur dalam Gelael, Asti. 2016. diunduh 12 November 2018.

Sumber Internet:

Praptoraharjo, I. (2016). “Catatan Penelitian Dampak Penutupan Lokalisasi”. Dalam http://arc-atmajaya.org/catatan-penelitian-dampak-penutupan-lokalisasi/ diunduh 4 Desember 2017, pukul 11:16 WIB.

Sofyan, Cecep Zafar. 2014. “PSK, Proteksi Konstitusi, & Pandangan Masyarakat Atas Mereka” dalam https://www.kompasiana.com/kompol52/54f929baa3331169018b48c8/psk-proteksi-konstitusi-pandangan-masyarakat-atas-mereka diunduh 12 November 2018.




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v33i2.718.215-228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

Aksara INDEXED IN:

   
     
   

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: http://balaibahasaprovinsibali.kemdikbud.go.id/