MOTIF KARGOISME DALAM CERITA RAKYAT FAKFAK: SEBUAH PENDEKATAN ANTROPOLOGI SASTRA/THE MOTIVATION OF CARGOISM IN FAKFAK'S FOLKLORE: AN APPROACH TO LITERATURE ANTHROPOLOGY

Sriyono Sriyono

Abstract


Abstrak 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksi kargoisme di dalam cerita rakyat Fakfak melalui pendekatan antropologi sastra. Untuk menganalisis unsur budaya motif kargoisme (kultus kargo) masyarakat Fakfak dalam cerita rakyat, maka peneliti menggunakan metode deskriptif interpretatif dengan memanfaatkan cara-cara penafsiran dan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan catat, kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra dengan model analisis konten. Analisis konten dilakukan melalui tahap inferensi, analisis, validitas dan reliabilitas. Dari analisis diketahui bahwa motif kargoisme di dalam 6 cerita rakyat Fakfak yang berjudul “Botol Manci”, “Kisah Kaprangit Gewab”, “Sayap Burung Kasuari”, “Perlawanan Para Binatang Buruan””, Perundingan Sekelompok Burung”, dan “Pohon Kayu” terlihat jelas. Temuan ini mengukuhkan pernyataan bahwa setiap ada tindakan represif pasti akan timbul perlawanan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sebagian besar cerita yang ada bermotif perlawanan.

 

Kata kunci:motif kargoisme, cerita rakyat Fakfak, antropologi sastra

 

Abstract

The study was intended to describe a cargoism reflection in the folklore of Fakfak through the approach of literary anthropology.To analyze cultural elements of Fakfak cargoism motive (cargo cult) in folklore, descriptive methods of interpretation used to utilize interpretations by presenting them in a description.Data collection is done with interview and recording techniques, and then analyzed using literary anthropology approaches with content analysis models. Analysis shows the cargoism motive in 6 Fakfak folklore called  Botol Manci, Kisah Kaprangit Gewab, Patahnya Sayap Burung Kasuari, Perlawanan Para Binatang Buruan, Perundingan Sekelompok Burung, and Pohon Kayuclearly reflected. These findings confirm the claim that any repressive action will inevitably result in resistance. It is not suprising, therefore, that most stories have ulterior motives.

 

Keywords:cargoism motive, Fakfak folklore, literarture anthropology 


Keywords


motif kargoisme; cerita rakyat Fakfak; antropologi sastra

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Bappeda Fakfak. (2011). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Fakfak Tahun 2011-2015. Fakfak: PEMDA Kabupaten Fakfak.

Burridge, K.O.L. 1960. Mambu: A Melanesian Millenium. London: Methuen.

Chinnery, E.W. dan Haddon, A.C. (1917). Five New Religious Cult in British New Guinea. Hibbert Journal 15.

Endraswara, S. (2015). Metodologi Penelitian Antropologi Sastra.Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Geertz, C. (1999). Kebudayaan dan Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Helweldery, R. (2017). Strategi Budaya Rumpun Etnik Mbaham Matta Kabupaten Fakfak Dalam Perjumpaan Agama-Agama dan Otoritas Politik-Ekonomi. Disertasi. Universitas Kristen Satya Wacana.

Heriyanto, A. (2006). Makna Simbol Kultus Kargo. Linen Jurnal Agama dan Kebudayaan, 3 (1), hlm. 35-48.

Kamma, F.C. (1972). Koreri: Messianic Movement in The Biak Numfor Culture Area. The Hague: Nijhoff.

Kouwenhoven, W.J.H. (1956). Nimboran: A Syudy of Social Change and Social-Economic Development in A New Guinea Society. Den Hag: Voorhoeve.

Lawrence, P. (1964). Road Belong Cargo. Melbourne: Melbourne University Press.

Marc, S., Turner, V.W., and Tuden, A. (1966.) Political Anthropolog. Chicago: Aldine.

Miedema, J. dan Stokholf, W.A.L. (1992). Irian Jaya Source Materials: Memories Van Overgave Van De Afdeeling West Niew Guinea. Leiden: DSALCUL/IRIS.

Peyon, I. (2018). ULMWP, Jawaban Penderitaan dan Sejarah Perjuangan Bangsa Papua. http://kompasiana.com/2018/06/22-ulmwp-jawaban-penderitaan-dan-sejarah-perjuangan-bangsa-papua.html.

Sinaga, R. (2013). Masa Kuasa Belanda di Papua 1898-1962. Jakarta: Komunitas Bambu.

Schwarz, B. (1980). Seeking to Understand Cargo as a Simbol. Catalyst. Volume 10. Nomor 1.

Strelan, J.G. dan Godschalk, J.A. (1989). Kargoisme di Melanesia--Suatu Studi tentang Sejarah dan Teologi Kultus Kargo. Jayapura: Pusat Studi Irian Jaya.

Usmany, D.P. Saberia, & Sinaga, R. (2014). Kerajaan Fatagar dalam Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Fakfak Papua Barat. Yogyakarta: Kepel Press.

Worsley, P.M., (1957). Millenarian Movements in Melanesia. Garden City: Natural History Press.




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v33i2.602.187-200

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

Aksara INDEXED IN:

   
     
   

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: http://balaibahasaprovinsibali.kemdikbud.go.id/