TAWARAN SINGULARITAS DALAM SELAMAT PAGI BAGI SANG PENGANGGUR KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA

Yuniardi Fadilah, Aprinus Salam

Abstract


Seno Gumira Ajidarma, melalui cerpen “Selamat Pagi bagi Sang Penganggur”, menggunakan posisi tokoh utama untuk menilai kondisi individu-individu lain yang dianggap kehilangan kebebasannya sebagai pribadi. Sebagai pengangguran, tokoh utama—Aku—juga mengalami kesulitan karena dianggap identik dengan identitasnya, namun lebih memiliki kebebasan dibandingkan pekerja lain yang berada dalam sistem struktural tertentu. Melalui cerpen tersebut, tulisan ini mempersoalkan kecenderungan pengarang menggiring diskursus pada  konsep singularitas. Sudut pandang tulisan ini menggunakan teori yang dikembangkan oleh Antonio Negri dan Jean Luc-Nancy terkait konsep singularitas dan identitas. Kajian ini menemukan bahwa pengarang memiliki kecenderungan untuk mengkritik bentuk konsep identitas yang menyeragamkan individu-individu sebagai komoditas yang hanya dilihat berdasarkan nilainya semata. Bentuk identitas ini terjadi karena adanya kuasa tatanan global dalam biopower yang berbentuk kapitalisme. Sebagai bentuk alternatif, pengarang menawarkan singularitas yang tergambar dalam bangunan komunitas di dalam cerpen. Komunitas yang terbentuk di dalam cerpen adalah keluarga, sebagai komunitas terkecil yang mampu dibentuk, dan komunitas imajiner dalam dunia tokoh Aku. Dalam komunitas ini, singularitas memberdayakan individu-individu sebagai subjek yang berbeda dan bebas.

Kata kunci: cerpen, singularitas, identitas, komunitas, multitude

 

Seno Gumira Ajidarma, through short story “Selamat Pagi Bagi Sang Penganggur,” uses the position of the main character to assess the condition of other individuals who are considered to lose their freedom as a person. As unemployed, the main character - Aku - also has difficulty unlike what is considered identical to his identity but has more freedom than other workers who are in certain structural systems. Through this short story, this paper questions the author's tendency to lead to discourse about the concept of singularity. The point of view of this paper uses the theory developed by Antonio Negri and Jean Luc-Nancy regarding the concept of singularity and identity. This paper found that the author tends to criticize the concept of identity that classifies individuals as commodities that are only seen based on their value. This form of identity occurs because of the power of the global order in the form of capitalism as biopower. Singularity which portrayed on the community that built in the story is offered by author as an alternate. Family as the smallest formable community and imaginary community which formed on “Aku’ universe as the main character is the formed community. In this community, singularity empowers individuals as a distinct and independent subjects.

Keywords: short story, singularity, identity, community, multitude


Keywords


cerpen; singularitas; identitas; komunitas; multitude

Full Text:

PDF

References


Ajidarma, S.G. (1988). Manusia Kamar. Jakarta: Haji Masagung.

Anderson, B. (2006). Imagined Communities (Revised Edition). New York: Verso.

Arifin, M.Z. (2019). Menim(b)ang Disensus: Politik Dan Estetika Seno Gumira Aji Darma Dalam Cerpen Saksi Mata. Atavisme, 22(1), 47–60. https://doi.org/10.24257/atavisme.v22i1.525.47-60

Damono, S.D. (1984). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Faruk. (2013). Pengantar Sosiologi Sastra: dari Strukturalisme Genetik sampai Post-modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Field, S. (2012). Democracy and the Multitude Spinoza against Negri. Theoria, 59(June), 21–40.

https://doi.org/10.3167/th.2012.5913103

Foucault, M. (1997). Ethics: Subjectivity and Truth (P. Rabinow (ed.)). New York: The New Press.

Hardiman, F.B., Robet, R., Wibowo, A. S., & Tjaya, T. H. (2011). Empat Esai Etika Politik. Jakarta: TINTA Creative.

Hoppe, H.-H. (1990). A Theory of Socialism and Capitalism. Boston: Kluwer Academics Publishers.

Makarychev, A., & Yatsyk, A. (2017). Biopolitics and national identities : between liberalism and totalization. Nationalities Papers, 45(1), 1–7. https://doi.org/10.1080/00905992.2016.1225705

Nancy, J.-L. (1991). The Inoperative Community. Minneapollis: University of Minnesota Press.

Nancy, J.-L. (1999). Heidegger’s Originary Ethics. Studies in Practical Philosophy, 1(1), 12–35.

Nancy, J.-L. (2000). Being Singular Plural. California: Stanford University Press.

Negri, A., & Hardt, M. (2000). Empire. London: Harvard University Press.

Negri, A. & Hardt, M. (2004). Multitude. New York: The Penguin Press.

Negri, A. & Hardt, M. (2009). Commonwealth. Massachusetts: Harvard University Press.

Rakhman, A.K. (2014). Ambivalensi Nasionalisme dalam Cerpen “Clara atawa Wanita yang Diperkosa” Karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian Poskolonial. Poetika, 2(2), 107–116. https://doi.org/10.22146/poetika.10409

Virno, P., & Hardt, M. (1996). Radical thought in Italy: A potential




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v32i1.534.1-13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

  
   

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: http://balaibahasaprovinsibali.kemdikbud.go.id/