BENTUK DEKONSTRUKSI IDEOLOGI GENDER DALAM NOVEL OUT DAN GROTESQUE KARYA NATSUO KIRINO

I Gusti Ayu Andani Pertiwi, I Nyoman Darma Putra, Ida Ayu Laksmita Sari

Abstract


Novel Bebas dan Grotesque: Gaib adalah karya sastra Natsuo Kirino yang mengangkat topik mengenai realita sosial di Jepang. Isu-isu yang diangkat di dalam novel tidak jauh dari bahasan mengenai gender di Jepang serta narasi seksualitas yang dihadirkan melalui isu enjokousai (prostitusi). Penelitian ini berusaha mengungkap bentuk-bentuk dekonstruksi ideologi gender yang dilakukan oleh pengarang dalam novel tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data studi pustaka. Data-data dikumpulkan dari kedua novel dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori dekonstruksi dan teori feminisme. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengarang mendekonstruksi wacana-wacana ketimpangan gender dan seksualitas di Jepang kemudian menuangkannya ke dalam bentuk teks-teks sastra. Bentuk-bentuk dekonstruksi ideologi gender yang ditampilkan pengarang dalam kedua novel tersebut yaitu ideologi gender yang memertahankan peran gender konvensional dan ideologi gender yang mengikuti perkembangan zaman.

 

Natsuo Kirino’s Out and Grotesque raises the topic of social reality in Japan. The issues raised in the novel are not far from the discussion of gender and the narrative of sexuality, which is presented through the issue of enjokousai (prostitution). This research attempts to uncover the forms of gender ideology deconstruction carried out by the author in the novel. This research is a qualitative research with literature study method. Data is collected from both novels and then analyzed using deconstruction theory and feminism theory. The results of the study show that the author deconstructed the discourse of gender inequality and sexuality in Japan and then poured it into the form of literary texts. The form of gender ideology deconstruction is gender ideology that follows the passage of time. Each character depicted is no longer influenced by the conventional order of Japanese society regarding how men and women should be. Instead, they choose to go by their own rules of life.

Keywords: deconstruction, ideology, gender, Natsuo Kirino

 

 

 

Keywords


dekonstruksi; ideologi; gender; Natsuo Kirino

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v32i1.487.15-30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

  
   

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: http://balaibahasaprovinsibali.kemdikbud.go.id/