MAKNA DAN FUNGSI TRADISI LISAN KENDURI SKO MASYARAKAT KERINCI JAMBI/MEANING AND FUNGCTIONS OF KENDURI SKO ORAL TRADITION KERINCI SOCIETY IN JAMBI

Ricky Aptifive Manik

Abstract


Abstrak

Kenduri Sko merupakan tradisi pengukuhan gelar adat yang dilakukan oleh masyarakat Kerinci. Di dalam tradisi itu terdapat berbagai piranti dan pepatah-petitih yang belum diketahui makna dan fungsinya. Oleh sebab itu, penelitian ini hendak melihat makna dan fungsi tradisi lisan Kenduri Sko. Ada dua strategi yang digunakan dalam penelitian ini,pertama, pengumpulan data dengan perekaman dan wawancara. Kedua, Kenduri Sko dilihat sebagai fakta semiotik dengan aspek empirik dan aspek nonempirik. Melalui aspek empirik dikaji piranti dan teks pepatah-petitih dalam pengukuhan pemangku adat, sedangkan aspek nonempirik dilihat secara keseluruhan tradisi Kenduri Sko sebagai kesadaran kolektif kebahasaan dan kesadaran kolektif kebudayaan. Metode berikutnya adalah dengan melihat fungsi-fungsi folklore menurut Bascom. Penelitian ini menemukan bahwa Kenduri Skoadalah warisan nenek moyang yang berupa benda pusaka, aturan-aturan, norma-norma, nilai-nilai, dan sebagai ucapan rasa syukur atas apa yang menjadi milik masyarakat Kerinci. Adapun fungsi Kenduri Sko adalah sebagai pengukuhan gelar adat, sistem nilai-nilai kolektif, edukasi bagi pewaris selanjutnya, dan menjadi alat kontrol dalam prilaku sosial masyarakat.

Kata kunci: tradisi lisan, kenduri sko, semiotik, kesadaran kolektif

Abstract

Kenduri Sko is a tradition of custom title inauguration held by the Kerinci society. In that tradition, there are various tools and wise words which their meaning and functions are not yet known. Therefore, this study wants to look at the meaning and function of Kenduri Sko oral tradition. Two strategies are used in this study. First, the data are collected by recording and interviewing. Second, Kenduri Sko seen as a semiotic fact with empirical and non-empirical aspects. Through the empirical aspect, petatah-petitih (customary rhyming wise words) text examined in the inauguration of customary stakeholders, while the non-empirical aspect seen as a whole of the Kenduri Sko tradition as collective language and cultural awareness. The next method is to look at the functions of folklore according to Bascom. This research found that Kenduri Sko is a legacy of ancestors in the form of heirlooms, rules, norms, values, and gratitude for what belongs to the Kerinci’s community. Kenduri Sko functions as an oath of customary titles, a system of collective values, education for the next heirs, and a means of control in people’s social behavior.

Keywords: oral tradition, kenduri sko, semiotics, collective awareness




Keywords


tradisi Lisan; kenduri Sko; semiotik; kesadaran kolektif

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abas, Y. (1985). Meninjau Hukum Adat Alam Kerinci. Sungai Penuh: Andalas.

Ahimsa-Putra, H.S. (2009). Paradigma Ilmu Sosial-Budaya: Sebuah Pandangan. Paper in Stadium General in Linguistik Studi Program.

Bascom, W.R. (1954). Four Functions of Folklore. The Journal of American Folklore. https://doi.org/10.2307/536411

Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Pustaka Pelajar.

Fredian, T.N. (2015). Sosiologi Umum. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Geertz, C. (1992). Tafsir kebudayaan. Penerbit Kanisius.

Hatu, R. (2011). Perubahan Sosial Kultural Masyarakat Pedesaan (Suatu Tinjauan Teoritik-Empirik). Journal Inovasi.

Ikhsan, L.P.R. (2018). Ritual Tari Tauh Dalam Kenduri Sko (Studi Interpretivisme Simbolik: Masyarakat Desa Lolo Hilir). Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, 12. Retrieved from http://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya/article/view/4119.

Nasution, S. (2017). Tradisi Kenduri Sko Dan Memandikan Benda-Benda Pusaka Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Kelurahan Dusun Baru Kota Sungai Penuh). Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman. Retrieved from http://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/208.

Ramadani, Y., & Qommaneeci, A. (2018). Pengaruh Pelaksanaan Kenduri Sko (Pesta Panen) Terhadap Perekonomian dan Kepercayaan Masyarakat Masyarakat Kerinci, Provinsi Jambi. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya. https://doi.org/10.25077/jantro.v20.n1.p71-83.2018.

Rohimah, I.S. (2019). Analisa penyebab hilangnya tradisi Rarangkén (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya), I(I), 15–23. Retrieved from http://ijsed.ap3si.org/index.php/journal/article/view/2%0A

Sepdwiko, D. (2016). Hadirnya Musik Gong Perunggu dalam Upacara Adat Kenduri Sko pada Masyarakat Kerinci Provinsi Jambi. Jurnal Sitakara, 1.

Seung, T.K. (1982). Semiotics and thematics in hermeneutics.

Suwardi, E. (2009). Metodologi Penelitian Folklor: Konsep, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Medpress.

Zakaria, I. (1984). Tambo sakti alam Kerinci. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v33i2.484.229-244

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

Aksara INDEXED IN:

   
     
   

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: http://balaibahasaprovinsibali.kemdikbud.go.id/