KAJIAN PRONOMINA PERSONA DALAM CERPEN KESETIAAN ITU DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP/ANALYTIS OF PERSONAL PRONOUNS IN KESETIAAN ITU SHORT STORY AND ITS IMPLICATIONS FOR LEARNING INDONESIAN LANGUAGE AT JUNIOR HIGH SCHOOL

Asep Muhyidin

Abstract


Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan pronomina persona dalam cerpen Kesetiaan Itu  karya Hamsad Rangkuti. Data penelitian berupa satuan lingual berupa kalimat-kalimat yang mengandung pronomina persona. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data tertulis berupa paragraf-paragraf yang terdapat pada cerpen. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah metode dokumentasi dan metode catat. Penelitian ini menggunakan validitas semantik yaitu data mengenai pemarkah pronomina persona sebagai sarana kohesi hubungan antarkalimat dalam wacana cerpen dapat dimaknai sesuai dengan konteksnya. Instrumen penelitian berupa kartu data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 173 pronomina persona pertama, 65 pronomina persona kedua, dan 192 pronomina persona ketiga. Semua pronomina persona yang ditemukan bersifat takrif. Pronomina persona yang paling banyak ditemukan berwujud aku, -mu dan -nya. Hasil penelitian dapat diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP karena teks cerpen merupakan medium pembelajaran sastra. Siswa diharapkan dapat memahami penggunaan pronomina persona dalam teks cerpen. Karakter tokoh dalam cerpen tersebut dapat diteladani siswa dalam menjalani kehidupan nyata di masyarakat.  Untuk itu, guru harus mampu membuat skenario pembelajaran di kelas.

Kata kunci: pronomina persona, cerpen, pembelajaran bahasa Indonesia

Abstract

This study aims to describe the use of personal pronouns  in Kesetiaan Itu short story by Hamsad Rangkuti. The data were lingual units in the form of sentences with personal pronouns. The data sources were paragraphs in the short story. The data were collected through documentation and note. They were analyzed by the distributive method. The findings show that there are 173  the first personal pronouns,  65 the second personal pronouns, and 192 the third personal pronouns. All personal pronouns were found are definitive. The most pronounced personal pronouns is aku, -mu, and -nya. The findings can be utilized in the Indonesian language learning at junior high schools because short stories are a medium of literary learning. Students are expected to understand use of personal pronouns in short stories. The characters in the short story can be emulated by students  life in the community.  For this reason, teachers must be able to create learning scenarios. 

Keywords: personal pronouns, short story, Indonesian language learning


Keywords


pronomina persona; cerpen; pembelajaran bahasa Indonesia

Full Text:

PDF

References


Abidin, Y. (2012). Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: PT Re ka Aditama.

Adhani, A. (2014). Analisis Penggunaan Pronomina Persona sebagai Penyapa dan Pengacu. Widya Marta, 35(3), 29–42.

Anggara, I. G. A. (2017). Deixis Used in Top Five Waldjinah’s Popular Keroncong Song Lyrics. Parole - Journal of Linguistics and Education, 6(1), 35–42. https://doi. org/10.14710/parole.v6i1.12377.

Alwi, H. et.al. (2014). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Chaer, A. (2006). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Djajasudarma, F. (2010). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Re ka Aditama.

Effendi S., dkk. (2015). Tata Bahasa Dasar Bahasa Indonesia.

Halliday, M.A.K. dan Rugaiya H. (1976). Cohesion in English. London: Longman Group Ltd.

Jabrohim. (2017). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.

Kentjono, Dj. et al. (2010). Tata Bahasa Acuan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Keraf, G. (2003). Narasi dan Argumentasi. Jakarta: Gramedia.

Kridalaksana, H. (2013). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Krippendorff, K. (2004). Content

Analysis an Introduction to Its Methodology. London: Sage Publications.

Mildorf, J. (2016). Reconsidering second-person narration and involvement. Language and Literature, 25(2), 145–158. https://doi. org/10.1177/0963947016638985.

Moleong, L.J. (2012). Metodologi

Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Muhyidin, A. (2018). Referensi

Endofora dalam Novel Laguna Karya Iwok Abqary dan Implikasinya Bagi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Litera, 7(3), 299-315.

Nursalim, M. P., & Alam, S. N. (2019). Pemakaian Deiksis Persona Dalam Cerpen Di Harian Republika. Deiksis, 11(02), 2085–2274. https://doi.org/10.30998/ deiksis.v11i02.3654.

Pratama, R. dan Sujoko (2017). Analisis pemakaian bentuk-bentuk pronomina persona dalam novel Tahajud Cinta di Kota New York. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra 1(1), 33–42.

Pratiwi, S. (2018). Person Deixis in English Translation of Summarized Shahih Al- Bukhari Hadith in the Book of As-Salat. Advances in Language and Literary Studies, 9(1), 40. https://doi.org/10.7575/ aiac.alls.v.9n.1p.40.

Prayogi, I. (2013). Pergeseran Pemakaian

Pronomina Persona Dalam Bahasa Indonesia “Gaul.” Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 2(2), 38. https://doi.org/10.26499/ rnh.v2i2.234.

Rani, A., Bustanul A., & Martutik. (2004).

Analisis Wacana Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Malang: Bayumedia.

Satori, Dj. & Aam K. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sorlin, S. (2015). Person deixis and impersonation in Iain Banks’s Complicity. Language and Literature, 24(1), 40–53. https://doi. org/10.1177/0963947014568754.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Kebudayaan secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Sumarlan. (2003). Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra.

Syafyahya, L. (2015). Kuasa Masyarakat Atas Bahasa. Padang: LPTIK Universitas Andalas.

Verhaar, J. W. M. (1999). Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v32i2.483.299-311

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

Aksara INDEXED IN:

  
   

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: http://balaibahasaprovinsibali.kemdikbud.go.id/