NASIONALISME DALAM CERPEN-CERPEN MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT SEBELUM KEMERDEKAAN

Yulitin Sungkowati

Abstract


Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengungkap dan memaparkan nasionalisme dalam cerpen-cerpen majalah Panjebar Semangat dan kontribusi majalah Panjebar Semangat dalam perkembangan nasionalisme di Indonesia. Penelitian ini menggunakan perspektif nasionalisme menurut Ben Anderson dan Kahin dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah majalah Panjebar Semangat tahun 1937—1940 dan terbitan perdana tanggal 2 September 1933. Pengumpulan data dilakukan di kantor redaksi majalah Panjebar Semangat, di Surabaya dengan metode dokumentasi yang ditopang dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data diawali dengan interpretasi nasionalisme dalam teks cerpen dilanjutkan dengan membahas majalah Panjebar Semangat sebagai penerbit dan media publikasinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa cerpen-cerpen majalah Panjebar Semangat menokohkan pemuda-pemuda harapan bangsa yang aktif dalam pergerakan dan senantiasa rela berkorban demi kemerdekaan dan kemuliaan bangsa. Majalah Panjebar Semangat membawa semangat nasionalisme pada mayoritas rubriknya. Nasionalisme dalam majalah Panjebar Semangat menggambarkan nasionalisme kultural dan nasionalisme politis.

Kata kunci: nasionalisme, Panjebar Semangat, nasionalisme kultural, nasionalisme politis 

Abstract

This research aims to reveal and describe nationalism in the short stories of Panjebar Semangat magazine and the Panjebar Semangat magazine contribution to the development of nasionalism in Indonesia. This research uses the perspective of nationalism according to Ben Anderson and Kahin by using sociology of literature approach. The data source of this research was Panjebar Semangat magazine in 1937–1940 and it rst issued on September 2nd 1933. Data collection was done at Panjebar Semangat editor’s of ce in Surabaya by using documentation method supported by reading, listening and note taking techniques. Data analysis was started with interpreting nationalism in the short story texts and then discussed about Panjebar Semangat magazine as the publisher and publishing media. The results showed that the short stories in Panjebar Semangat magazine decisived young people, the hope of nation who active in the movement and always willing to sacri ce for the independence and glory of the nation. Panjebar Semangat magazine brought the spirit of nationalism to the majority of its rubrics. Nationalism in the Panjebar Semangat magazine illustrated cultural nationalism and political nationalism.

Keywords: nationalism, Panjebar Semangat, cultural nationalism, political nationalism 



Keywords


nasionalisme; Panjebar Semangat; nasionalisme kultural; nasionalisme politis

Full Text:

PDF

References


Anderson, B. (2008). Imagined Communities (Komunitas-Komunitas Terbayang). Yogyakarta: Insist Press dan Pustaka Pelajar.

Escarpit, R . (2008). Sosiologi Sastra. (Husen, I.D., penerjemah). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Farid, H. (1994). Menemukan Bangsa, Mencipta Bahasa: Bahasa Politik dan Nasionalisme Indonesia. Dalam majalah Kalam. Jakarta.

Faruk. (1994). Ke Dataran Kesempurnaanmu: Nasionalisme dalam Sastra Pujangga Baru. Dalam majalah Kalam. Jakarta.

Foulcher, K. (1991). Pujangga Baru: Kesusasteraan dan Nasionalisme di Indonesia 1933-1942. Jakarta: Girimukti Pusaka.

Jassin, H. (1987). Pujangga Baru Prosa dan Puisi. Jakarta: CV Haji Masagung.

Kahin, G.M. (2013). Nasionalisme dan Revolusi Indonesia. Depok: Komunitas Bambu.

Latif, Y. (2009). Menyemai Karakter Bangsa Budaya Kebangkitan Berbasis Kesastraan. Jakarta: Kompas.

Mardianto, H., Suwondo, T., Prabowo, D.P. (1996). Sastra Jawa Modern Periode 1920 Sampai Perang Kemerdekaan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Murniah, D. (2017). Nasionalisme dalam Sastra Indonesia. Retrieved Maret 13, 2018, from http://www.badanbahasa.kemdikbud. go.id.

Rass, J. (1985). Bunga Rampai Sastra Jawa Mutakhir. Jakarta: Gra ti Press.

Sahal, A. (1994). Terjerat dalam Rumah Kaca: Masih Menyakinkankah Nasionalisme. Dalam majalah Kalam. Jakarta.

Salam, A. (2003). Identitas dan Nasionalisme dalam Sastra Indonesia. Humaniora, 15(1), 15-22.

Shiraishi, T. (1997). Zaman Bergerak: Radikalisme di Jawa Tahun 1942-1946. Jakarta: Gra ti Press.

Sungkowati, Y., Windiyarti, D., Turaeni, N.N.T, Mashuri. (2013). Identi kasi Nilai- Nilai Pembentuk Karakter dalam Sastra Indonesia. Sidoarjo: Laporan Penelitian.

Sungkowati, Y., Nilofar, N. (2010). Cerpen- Cerpen Majalah Panjebar Semangat Tahun 2000-2010. Sidoarjo: Laporan Penelitian Balai Bahasa Jawa Timur.

Suprawoto. (2004). Panjebar Semangat di Tengah Tantangan Zaman. Sidoarjo: Yayasan Pinang Sirih.

Tanaka, R. (1976). System Models for Literary Macro Theory. Lisse: The Peter De Ridder Press.

Widati-Pradopo, S., Sundari-Maharto, S., Soeratno, M., Indriani-Haryono, R., Triono, A. (1985). Sturktur Cerita Pendek Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Wiyadi, S., Sudikan, S.Y., Darni. (1996). Pergeseran Pusat Perkembangan Sastra Jawa Modern dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Surabaya: Laporan Penelitian.




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v31i2.473.189-206

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

  
   

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com