PERAN SEMANTIK PREDIKAT PADA VERBA BERVALENSI SATU, DUA, DAN TIGA DALAM BAHASA SAMAWA DIALEK SUMBAWA BESAR/THE SEMANTIC ROLES OF THE PREDICATES ON VERB ONE, TWO, AND THREE SUMBAWA LANGUAGES IN THE SUMBAWA BESAR DIALECT

Kasman Kasman

Abstract


Abstrak

Penelitian terhadap peran semantik bahasa Samawa masih belum banyak dilakukan. Untuk mendukung pengembangan dan pelestarian bahasa Samawa, penelitian-penelitian deskriptif seperti ini tetap perlu dilakukan. Penelitian ini difokuskan pada peran verba bervalensi satu, dua, dan tiga dalam bahasa Samawa dialek Sumbawa Besar dan bertujuan untuk mendeskripsikan peran semantik verba bervalensi tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sintaksis struktural. Data dikumpulkan dengan metode cakap dan metode simak. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan me- tode padan intralingual. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa verba bervalensi satu melibatkan argumen-argumen yang secara semantik mencermainkan verba proses, tindakan, dan verba keadaan. Adapun verba bervalensi dua melibatkan argumen-argumen yang secara semantik merefleksikan verba tindakan, seperti pada sangode (mengecilkan), samasak (memasak), dan pina (membuat). Secara sintaksis verba-verba tindakan itu membutuhkan kehadiran dua argumen kalimat sekaligus. Sementara itu, verba bervalensi tiga yang secara semantik merefleksikan makna benefaktif membutuhkan kehadiran tiga argu-men kalimat sekaligus.

Kata kunci: semantik, sintaksis, subjek, predikat, argumen

Abstract

Research on semantic roles in Samawa language has not been comprehensively done. To support the ef- forts of fostering and developing Samawa language, descriptive studies like this study are always needed. This study is focused on the role of verb valency one, two, and three in Samawa language, especially in Sumbawa Besar Dialect and aimed to describe their semantic roles. The theory used in this study is syntax structural theory. The data were collected using two methods realized by observing and listening to the conversation. The collected data were then analyzed using comparative method. Results of data analysis indicated that syntactically one-valence verbs require argument which semantically re ies process, ac- tion, and constant meaning. While two-valence verb requires arguments which semantically re ies action, such as verbs Sangode (to make something smaller), Samasak (to cook), and Pina (to make). These kind of verbs syntactically require two sentence arguments. While three-valence verb which semantically shows benefective meaning needs the presence of three sentence arguments.

Keywords: Semantic, syntactic, subject, predicate, argument 


Keywords


semantik; sintaksis; subjek; predikat; argumen

Full Text:

PDF

References


Chaer, A. (2015). Sintaksis Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Kasman. (2003). Morfologi dan Mofofonemik Kata Kerja Bahasa Sumbawa Dialek Tongo. Tesis S-2 pada Program Pascasar- jana, Universitas Sebelas Maret.

Kasman. (2012). Frasa Endosetris dan Eksosen- tris Bahasa Sumbawa (Suatu Upaya Penyempurnaan Standardisasi Bahasa Sumbawa). Proseding Seminar Nasional , Universitas Mataram.

Kasman. (2013). Prinsip Sopan Santun dalam Bahasa Sumbawa. Proceding Seminar Internasional ”Pengembangan Peran Bahasa Dan Sastra Indonesia Untuk Mewujudkan Generasi Berkarakter.” PIBSI XXXV Bekerja Sama Dengan Pro- gram Pendidikan Bahasa Dan Sastra Dan Program Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Se.

Mahsun. (1993). Preposisi Unik dalam Bahasa Sumbawa Dialek Jereweh: Suatu Prob- lema dalam Terminologi. Masyarakat Linguistik Indonesia, 1 dan 2, 25--36.

Mahsun. (1994). “Penelitian Dialek Geogra s Bahasa Sumbawa. Disertasi S-3 pada Pro- gram Pascasrjana, UGM.

Mahsun. (2006a). Kajian Dialektologi Diakro- nis di Wilayah Pakai Bahasa Sumbawa. Gama Media.

Mahsun. (2006b). Kajian Morfologi Bahasa Sumbawa Dialek Jereweh. Yogyakarta: Gramedia.

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Ba- hasa (Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya) (3rd ed.). Rajawali Pers.

Mahsun, dkk. (2005). “Standardisasi Ejaan dan Tata Bahasa Sumbawa.” Mataram:Yayasan Abdi Insani Bekerja dengan BAPEDA Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Maturbongs, A. (2016). Peran Semantis Verba Bahasa Abun. Kandai, 12(1), 17–36.

Mulyadi. (2009). Kategori dan Peran Semantis Verba dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Il- miah Bahasa Dan Sastra Volume V, Nomor 1 April 2009, Hlm. 56—65, V(1), 56–66.

Parera, Jos, D. (1997). Linguistik Edukasional (2nd ed.). Erlangga.

Sumarsono, dkk. (1986). Morfologi dan Sin- taksis Bahasa Sumbawa. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Sunendar, Dadang, dkk. (2016). Kamus Be- sar Bahasa Indonesia (Kelima). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Verhaar, J. M. W. (2004). Asas-asas Linguistik Umum.

Verhaar, J. M. W. (2012). Asas-asas Linguistik Umum. Gajah Mada University Press.




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v32i2.445.287-298

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

Aksara INDEXED IN:

  
     
   

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: http://balaibahasaprovinsibali.kemdikbud.go.id/