ALIH KODE PADA PENTAS SENI PERTUNJUKAN WAYANG KULIT ”JOBLAR” LAKON I TUALEN DADI CARU

I Made Sumalia

Abstract


Penelitian ini mendeskripsikan alih kode pada pentas seni pertunjukan wayang kulit Joblar lakon I Tualen Dadi Caru. Analisisnya dititikberatkan pada masalah-masalah alih kode dan latar belakang alih kode tersebut. Metode yang dipakai adalah studi pustaka, observasi, dan wawancara. Dalam penjaringan data digunakan teknik catat dan rekam. Data dianalisis secara kualitatif melalui empat proses, yaitu (1) mentranskripsi data, (2) mereduksi data, (3) menyusun data, dan (4) menarik suatu simpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiolinguistik. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan adanya peristiwa alih kode yang dilakukan oleh Dalang Joblar (DJ) dalam pementasan wayangnya. Sebagai seorang bilingual, DJ menggunakan dua bahasa atau lebih dalam dialog pertunjukannya. Bahasa-bahasa yang digunakan adalah bahasa Bali sebagai bahasa utama, sedangkan bahasa Jawa Kuno, bahasa Sanskerta, bahasa Jawa, bahasa Inggris, dan bahasa Arab sebagai bahasa kedua. Hasil analisis menunjukkan adanya fenomena alih kode ke luar dan alih kode ke dalam sebagai faktor penyebab terjadinya alih kode.


Keywords


alih kode; bilingual; wayang kulit

Full Text:

PDF

References


Budiasa, I Nengah dkk. 2011. “Kebertahanan Bahasa Bali di Daerah Tujuan Wisata di Bali”. Denpasar: Balai Bahasa Denpasar, Kementerian Pendidikan Nasional.

Danandjaja, James. 1989. Kebudayaan Petani Desa Trunyan Di Bali. Jakarta: Universitas Indonesia.

Fasold, R. 1984. The Sociolinguistic of Society. Oxford: Basil Blackwell.

Fisman, J.A. 1972. The Sociology of Language.Massachusett: Newbury House.

Gumperz, J.J. 1982. Language Social Identity. New York: Cambridge University Press.

Hadi, Sutrisno. 1990. Metodologi Research 2.Yogyakarta: Andi Offset.

Jendra, I Wayan. 1985. “Bahasa dan Masyarakat Suatu Kajian Sosiolinguistik”. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana.

___________. 1991. Dasar-Dasar Sosiolinguistik. Denpasar: Ikayana

Moleong, Lexy J. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Nababan, P.W.J. 1984. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: PT Gramedia.

Nawawi, H. Hadari. 1983. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Poedjosoedarmo, Soepomo. 1983. “Interferensi dan Integrasi dalam Situasi Keanekabahasaan”. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departeman Pendidikan dan Kebudayaan.

Spradley, James P. 1997. The Etnographic Interview. Diterjemahkan oleh Misbah Zulfa Elisabeth ke dalam Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sudaryanto. 1982. Metode Linguistik, Kedudukan, Aneka Jenisnya, dan Faktor Penentu Wujudnya. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada.

Sudaryanto. 1983. Metode Linguistik Bagian Pertama: ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Suhardi, Basuki. 2009. Pedoman Penelitian Sosiolinguistik. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Suwito. 1983. Pengantar Awal Sosiolinguistik Teori dan Problema. Surakarta: Henary Offset.

Wijana, I Dewa Putu dan Muhammad Rohmadi. 2012. Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.29255/aksara.v27i2.179.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

Aksara INDEXED IN:

  
   

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: http://balaibahasaprovinsibali.kemdikbud.go.id/