INTERFERENSI FONOLOGI PADA PEMBELAJAR BIPA ASAL EROPA DI BALI
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui interferensi fonologi yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Eropa di Bali dengan analisis interferensi didasarkan pada bahasa Inggris. Data yang digunakan, yaitu data lisan dan data tulisan yang diperoleh dari tuturan dan tulisan pemelajar ketika belajar bahasa Indonesia di kelas. Penelitian ini berpedoman pada teori interferensi menurut Weinreich (1953). Data lisan dikumpulkan dengan teknik simak libat cakap (SLC), teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik perekaman, dan pencatatan. Data tulisan dikumpulkan dengan metode tes. Data tersebut kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa interferensi fonologi yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Eropa di Bali, yaitu berupa interferensi bunyi vokal (terjadi pada vokal [a], [u], dan [ə]), interferensi bunyi konsonan (terjadi pada konsonan [r], [ŋ], dan [t]), interferensi berupa penambahan bunyi (terjadi pada bunyi [ŋ] dan [ɲ]), dan interferensi berupa penghilangan bunyi (terjadi pada konsonan [r], deret vokal [e] dan [a], serta konsonan [h]). Interferensi ini terjadi karena adanya perbedaan bunyi vokal dan bunyi konsonan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu, interferensi ini juga disebabkan oleh adanya perbedaan pelafalan sebuah bunyi vokal atau bunyi konsonan yang sama pada kedua bahasa tersebut.
Kata kunci: Pemelajar BIPA, interferensi, fonologi
This study aimed to determine phonological interference that occurs on BIPA learners from Europe in Bali. Oraland written data are used in this research that were obtained from learners' speeches and writings when learning Indonesian in the class. This research was guided by interference theory according to Weinreich (1953). Oral data were collected using proficient inversion techniques (SLC), skillful in-flight listening techniques (SBLC), recording techniques, and note taking. Writing data were collected by the test method. The data analyzed and presented in formal and informal forms. The results of data analysis showed that phonological interference that occurred in BIPA learners from Europe in Bali, namely in the form of vocal noise interference (occurred in vowels [a], [u], and [ə]), consonant sound interference (occurred in consonants [h] , [r], [g], [ŋ], [t], [g], and [ɲ]), interference in the form of sound addition (occurred in the sounds [ŋ] and [ɲ]), and interference in the form of sound removal ( occurred in consonants [r], vowel series [e] and [a], and consonants [h]). This interference occurred because of differences in vowel and consonant sounds in Indonesian and English. In addition, this interference was also caused by the different pronunciation of a vowel sound or consonant sound in both languages.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A.N. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi III). Jakarta: Balai Pustaka.
McMahon, A. (2002). An Introduction to English Phonology. Edinburgh: Edinburgh University Press.
Musk, Nigel. (2005). “The Vowels & Consonants of English”. Lecture Notes (tidak diterbitkan). Department of Culture and Communication Linköpings Universitet.
Pastika, I W. (2015). Penetapan Bentuk Fonologis dari Bunyi yang Beralternasi: Satu Aspek Terpenting dalam Sistem Tata Bahasa. Linguistik Indonesia: Jurnal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia, 33(1), hlm.21—34.
Rafael, A.M.D. (2019). “Interferensi Fonologis Penutur Bahasa Melayu Kupang ke Dalam Bahasa Indonesia di Kota Kupang”. Jurnal Penelitian Humaniora, Vol.20(1), hlm.47—58. DOI: http://journals.ums.ac.id/index.php/humaniora/article/view/7225.
Strauss, A & Corbin, J. (2003). Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif: Tatalangkah dan Teknik-Teknik Teoretisasi Data. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sukartha, I N., Dhanawaty, N.M., & Rajeg, I M. (2012). Implikasi Hasil Kajian terhadap Pembelajaran BIPA di Universitas Udayana: Sebuah Studi Kasus. Dalam Konferensi Internasional Pengajaran BIPA (KIPBIPA) VIII-ASILE (hlm.146—153). Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa & Universitas Kristen Satya Wacana.
Weinreich, U. (1953). Languages in Contact: Findings and Problems. New York: Linguistic Circle of New York.
Wiratsih, W. (2019). “Analisis Kesulitan Pelafalan Konsonan Bahasa Indonesia (Studi Kasus terhadap Pemelajar BIPA Asal Tiongkok di Universitas Atma Jaya Yogyakarta)”. Jurnal Kredo (Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra), Vol.2(2), hlm. 242—255. DOI: https://doi.org/10.24176/kredo.v2i2.3061.
Refbacks
- There are currently no refbacks.