KEBERADAAN AKSARA WRÉSASTRA DALAM AKSARA BALI

I Nengah Duija

Abstract


Aksara Bali yang disebut Wrésastra merupakan aspek penting yang mengemas kebudayaan Bali dari zaman ke zaman yang terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. Atas dasar pemikiran itu, kajian difokuskan untuk menjawab dua masalah, yaitu bagaimana bentuk aksara itu di dalam inskripsi, tinggalan lainnya, dan perkembangannya sehingga menjadi aksara Bali sekarang dan bagaimana nilai-nilai filosofis aksara itu dalam berbagai inskripsi yang memiliki fungsi religius dalam masyarakat Bali. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengungkap bentuk aksara Wrésastra di dalam inskripsi dan tinggalan lainnya sehungga menjadi akasara Bali seperti sekarang ini dan mengungkap nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Teori yang digunakan membedah masalah adalah teori simbol dan teori religi. Teori dipilih dilandasi oleh pertimbangan bahwa manusia menerjemahkan kehidupannya melalui simbol dan bahkan juga menciptakan simbol serta simbol itu diyakini memberikan andil dalam kelestarian hidupnya yang dijiwai oleh  konsep religi sehingga dapat memperkuat keyakinannya kepada Tuhan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa aksara Wrésastra merupakan salah satu jenis aksara Bali yang dipakai untuk menuliskan bahasa Bali. Dintinjau dari inskripsi, akasara ini diketahui memiliki bentuk yang beragam dan dituliskan dari berbagai bahan, seperti batu, tembaga, dan lontar. Aksara ini mengalami perkembangan dari aksara Brahmi dan Pallawa menjadi aksara Jawa Kuno, Bali Kuno, Kadiri Kuadrat, dan aksara Bali yang sekarang. Aksara ini juga memiliki nilai religius yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Bali, seperti dalam kaitannya dengan pengaturan batas wilayah, pajak, dan denda.

 

 


Keywords


aksara; wrésastra; bentuk; perkembangan; nilai

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Agastia, I B.G. (2005). “Aksara Bali, Skriptografi dan I Gusti Ngurah Bagus.” Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, hlm. 235. I Made Suastika dan I Nyoman Kutha Ratna (Eds.). Denpasar: Program Studi Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) Kajian Budaya Universitas Udayana.

Anggono, T. (2007). Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.

Astawa, A.A. O. (2007). Agama Buddha di Bali. Denpasar: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Arkeologi Denpasar.

Astra, I G. (1981). Sekilas Tentang Perkembangan Aksara Bali Dalam Prasasti. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana (Inpress).

Bandana, I G.W.S. (2005). “Ong-kara: Aksara Penuh Makna”. Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, hlm. 155. I Made Suastika dan I Nyoman Kutha Ratna (Eds.). Denpasar: Program Studi Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) Kajian Budaya, Universitas Udayana.

Denzin, N.K. dan Yvonnas S. L. (2009). Hanbook of Qualitative Research. Terjemahan Daryatno dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kaler, I N. (1982). Krakah Modré/Aji Griguh: Mengungkap dan Membantu Cara Membaca Aksara Modre/aksara wayah/aksara nawa sastra. Denpasar: Tanpa penerbit.

Kern. H. (1917).Verspreide Geschriften. S’Gravenhage: Martinur Nijhop.

Koenjtaraningrat, (1987).Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Universitas Indonesia.

Medera, I N.(2005). “Aksara dalam Upacara di Bali”. Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, hlm. 91—112. I Made Suastika dan I Nyoman Kutha Ratna (Eds.). Denpasar: Program Studi Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) Kajian Budaya, Universitas Udayana.

Nala, N. (1991). Usada Bali. Denpasar: Upada Sastra.

Naveh, J. (1982). Early History of the Alphabet: an Introduction to West Semitic Epigraphy and Palaeography. Brill Academic Pub.

Pelly, U. dan Menanti A.. (1994).Teori-Teori Sosial Budaya. Jakarta: Preyek Pembinaan Dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti, Depdikbud.

Purwiati, I. A. M. (2005). “Ong-kara dalam Upacara Pitra Yadnya.” Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, I Made Suastika dan I Nyoman Kutha Ratna, editor. Denpasar: Program Studi Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) Kajian Budaya Universitas Udayana, hlm. 169.

Ratna, N. K. (2005). “Peran Aksara dalam Perubahan Budaya Global: Menyimak Nilai-Nilai Kelisanan dan Keberaksaraan,”Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, Ed. I Made Suastika, I Nyoman Kutha Ratna, Program Studi Magister (S2) dan Program Doktor (S3) Kajian Budaya Universitas Udayana, hlm. 129.

Saidi, S. (2005). “Aksara dan Kebudayaan Hanacaraka (Carakan) Aksara Jawa.” Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, hlm. 39. I Made Suastika dan I Nyoman Kutha Ratna (Eds.). Denpasar: Program Studi Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) Kajian Budaya, Universitas Udayana.

Suarbhawa, I G. M. (2009). "Prasasti Banjar Nusa Mara Desa Yeh Embang Kangin”. Dalam Forum Arkeologi, Volume 22, No. 1 Mei 2009. Denpasar: Balai Arkeologi, hlm. 138—162.

Suastika, I M. (2005). “Kaligrafi dalam Kebudayaan Bali.”Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, hlm. 249. I Made Suastika dan I Nyoman Kutha Ratna (Eds.). Denpasar: Program Studi Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) Kajian Budaya, Universitas Udayana.

Sudiartha, I W. (2005). “Aksara Wijaksara dalam Ulap-ulap Sebuah Kajian Linguistik Kebudayaan”. Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, hlm. 183. I Made Suastika dan I Nyoman Kutha Ratna (Eds.). Denpasar: Program Studi Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) Kajian Budaya Universitas Udayana.

Supriyanto, H. (2005). “Aksara Jawa, Budaya Jawa dan Pengobatan Jawa.” Dalam Keberaksaraan dalam Kebudayaan, hlm. 51. I Made Suastika dan I Nyoman Kutha Ratna (Eds.). Denpasar: Program Studi Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) Kajian Budaya Universitas Udayana.

Surada, I M. (2007). Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Paramita.

Wiguna, I G.N.T. (2010). "Menelusuri Asal Mula Aksara Bali: Suatu Kajian Paleografi”. Dalam Mutiara Warisan Budaya Sebuah Bunga Rampai Arkeologis Persembahan untuk Prof. Dr. I Gde Semadi Astra, hlm. hlm. 9—27. Denpasar: Arkeologi, Fakultas Sastra kerja sama dengan Program Studi Magister dan Program Doktor Kajian Budaya, Universitas Udayana.




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v29i1.98.19-32

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

 
   

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com