ARUS KESADARAN DALAM AGAMA KETUJUH

Dessy Wahyuni

Abstract


Agama Ketujuh: Sebuah Prosa merupakan sebuah prosa pendek karangan Romi Zarman. Dalam prosa pendek ini, pengarang ingin mengungkap budaya matrilineal yang terdapat dalam masyarakat Minangkabau. Dalam menyajikan cerita, pengarang tidak menyampaikan informasi secara lugas, tetapi ia melakukannya dengan menghidupkan kembali para tokoh dalam roman legendaris, seperti Midun, Kacak, dan Tuanku Laras dalam Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati); Ramah, Musa, dan Mamak dalam Dijemput Mamaknya (Hamka); Samsul Bahri, Siti Nurbaya, dan ayahnya dalam Sitti Nurbaya (Marah Rusli); Poniem, Leman, serta keluarga matrilinealnya dalam Merantau ke Deli (Hamka); dan Hanafi dalam Salah Asuhan (Abdul Muis). Agama Ketujuh ini memperlihatkan kegelisahan Romi Zarman terhadap budaya matrilineal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Melalui kajian dengan teknik arus kesadaran, terlihat tokoh dan karakterisasinya yang disajikan pengarang. Dengan penelusuran karakterisasi tokoh yang menggunakan teknik kolase melalui pendekatan psikologi sastra, peran mamak dalam budaya matrilineal dapat terkuak. Kajian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka ini memperlihatkan bahwa pengarang menggunakan dua cara atau metode untuk menyajikan karakter (watak) para tokoh dalam karyanya. Metode pertama adalah metode langsung (telling) dan metode kedua adalah metode tidak langsung (showing). Simpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa kedudukan adat dan budaya dalam masyarakat Minangkabau sangat kuat dan tidak bisa ditentang.

 


Keywords


matrilineal; mamak; arus kesadaran

Full Text:

PDF

References


Ali, L. (1994). Unsur Adat Minangkabau dalam Sastra Indonesia 1922—1956. Jakarta: Balai Pustaka.

Damono, S. D. (1979). Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Endraswara, S. (2008). Metode Penelitian Psikologi Sastra: Teori, Langkah, dan Penerapannya. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.

Esten, M. (1990). Kesusastraan: Pengantar Teori dan Sejarah. Bandung: Angkasa.

Fatimah, S. (2012). Gender dalam Komunitas Masyarakat Minangkabau; Teori, Praktek, dan Ruang Lingkup Kajian. Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 2(1), hlm. 11--24. Retrieved from http://moraref.or.id/record/view/18738.

Hall, S. C., & Gardner Lindzey. (1993). Teori-teori Psikodinamik (Klinis). (A. Supratiknya, Ed.). Yogyakarta: Kanisius.

Inda, D. N. (2015). “Memang Jodoh: Pemberontakan Marah Rusli terhadap Tradisi Minangkabau.” Kandai, 11(2), hlm. 217—233.

Iskandar, I. (2014). Perempuan dan Mitos Demokrasi Minang. Analisis Sejarah, 5(1), hlm. 35--46.

Kato, T. (2005). Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah. Jakarta: Balai Pustaka.

Luxemburg, J. van., & Dkk. (1984). Pengantar Ilmu Sastra. (Dick Hartoko, Ed.). Jakarta: Gramedia.

Minderop, A. (2013). Metode Karakterisasi Telaah Fiksi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Minderop, A. (2016). Psikologi Sastra. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Naim, M. (1979). Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (1995). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pusat Bahasa, T. P. K. (Ed.). (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ratna, N. K. (2008). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: Dari Strukturalisme Hingga Posrtukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Redaksi, T. (Ed.). (2012). Kamus Bahasa Minangkabau-Indonesia. Padang: Balai Bahasa Padang.

Sayuti, S. A. (2000). Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media.

Sudaryanto. (2003). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Syahrizal, & Meiyenti, S. (2012). Sistem Kekerabatan Minangkabau Kontemporer: Suatu Kajian Perubahan dan Keberlangsungan Sistem Kekerabatan Matrilineal Minangkabau. In The 4th International Conference of Indonesian Studies: Unity. Diversity, and Future (pp. 913--927). Padang: FISIP Universitas Andalas. Retrieved from https://icssis.files.wordpress.com/2012/05/09102012-71.pdf.

Trisman, B. (2006). Mamak dan Ninik Mamak dalam Dua Roman Indonesia Berwarna Lokal Minangkabau: Sitti Nurbaya dan Anak dan Kemenakan Karya Marah Rusli. Palembang: Balai Bahasa Provinsi Sumatra Selatan.

Zarman, R. (2016). Agama Ketujuh: Sebuah Prosa. Pekanbaru: Tjatatan Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v30i1.85.43-57

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

 
   

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656 Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com