PEMAKNAAN MOTIF TABU DALAM CERITA RAKYAT DI WILAYAH BEKAS KERAJAAN MULAWARMAN, KERAJAAN HINDU TERTUA DI INDONESIA

Derri Ris Riana

Abstract


Penelitian cerita rakyat sebagai pengungkap budaya masyarakat yang mengandung kearifan lokal masih penting dilakukan. Apalagi, cerita rakyat yang berkembang di wilayah bekas Kerajaan Mulawarman, kerajaan Hindu tertua di Indonesia belum diungkap secara detil. Dengan menggunakan metode studi sastra lisan dan pendekatan tipe-motif, Stith Thompson, artikel ini berusaha mengungkap Kerajaan Mulawarman, menguraikan cerita rakyat yang berkembang di wilayah tersebut, memaparkan motif tabu yang terdapat dalam keempat cerita rakyat, yaitu “Legenda Patung Batu Desa Pantun”, “Legenda Gua Kombeng”, “Kutukan Sang Kudungga”, dan “Kisah Baung Putih”, serta menguraikan konsep tabu pada masyarakat sekarang. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara informan, pengamatan, perekaman, dan pencatatan. Metode analisis data menggunakan kritik teks, sedangkan teknik analisis data menggunakan klasifikasi motif Thompson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fakta-fakta historis Kerajaan Mulawarman melalui kajian keempat cerita tersebut, serta terkuaknya beragam motif tabu yang terdapat di dalam masyarakat Kutai. Pemaknaan konsep tabu ini masih berlangsung di masyarakat Kutai. Beberapa hal tabu masih berlangsung sampai dengan saat ini, sedangkan yang lain sudah tidak berlaku lagi karena pengaruh perkembangan zaman dan permasifan globalisasi. Motif tabu merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kutai Kartanegara yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai yang sangat bermanfaat.


Keywords


motif tabu, Kerajaan Mulawarman, tuhing

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Amir, A. (2013). Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Balham, J. dkk. (2010). Cerita Rakyat Kalimantan Timur: 20 Cerita Rakyat Terbaik. Samarinda: Pustaka Spirit.

Balham, J. dkk. (2013). Mutiara Bumi Etam: Sebuah Perjalanan Sejarah. Samarinda: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Cahyono, D. dan Gunadi. (2007). Kajian Arkeologi Sejarah Kerajaan Kutai Martapura. Tenggarong: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Danandjaja, J. (1997). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Haryanto, D. dkk. (2014). Ekspresi dan Makna Seni Sastra Tradisional di Kabupaten Kutai Kartanegara. Samarinda: Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur.

Koentjaraningrat. (1983). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

Rahmi. (2016). “Sejarah Raja-Raja Kerajaan Kutai Martadipura, Abad ke-4”. http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-hindu-buddha/sejarah-raja-raja-kerajaan-kutai-martadipura-abad-ke-4-10012.htm.

Ratna, N.K. (2006). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rais, S.H. (2002). Kerajaan Kutai Kartanegara. Tenggarong: Lembaga Kepustakaan dan Penerbitan Pustaka Pulau Kumala.

Riana, D.R. dkk. (2015). “Sastra Lisan di Kabupaten Kutai Kartanegara”. Samarinda: Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur.

Rokhimawati, D.F.N. (2009). “Struktur Fungsi dan Motif Cerita “Madege Mataram Karya Kusmardijo dalam Cerita Bersambung di Majalah Djaka Ladang Tahun 2004”. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Soetoen, A. dkk. (1979). Kutai Perbendaharaan Kebudayaan Kalimantan Timur. Jakarta: Balai Pustaka.

Sudikan, S.Y. (2013). “Kebinekaan Nilai-Nilai Etika dan Moral dalam Tradisi Lisan Nusantara: Perspektif Cultural Studies” dalam Folkore dan Folklife dalam Kehidupan Modern. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Taum, Y.Y. (2011). Studi Sastra Lisan: Sejarah, Teori, Metode dan Pendekatan Disertai Contoh Penerapannya. Yogyakarta: Penerbit Lamalera.

Thompson, S. (1955). Motif-Index of Folk Literature. Indiana: Indiana University Press.

Thompson, S. (1977). The Folktale. Berkeley: University of California.




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v29i2.80.197-210

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v29i2.80.g128

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AKSARA INDEXED BY:

 

 

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656 Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com