REPRESENTASI KOLONIALISME DALAM TJERITA NJI PAINA KARYA H. KOMMER

Diah Meutia Harum

Abstract


                                               
The study describes the life in colonial era using the theory of postcolonialism. This theory is used to reveal the facts of the story in a short story titled Tjerita Nji Paina by H. Kommer about representation and treatment of natives by colonialist society in those days. The short story of Tjerita Nji Paina brings the theme of domination and hegemony against indigenous and women. H. Kommer was one of the writers of the Dutch East Indies who often criticize the Dutch colonial government, especially against sugar businessmen. His works voiced opposition to the sugar businessman who oppressed the indigenous workers from that period. This research try to reveal the image of colonialism through the description of the figures contained in this story by using the theory of characterization. There are three figures described in this study. Each character represents superior and inferior binary opposition in colonial society in the Indies at that time. Furthermore, postcolonial theory from Edward Said used to reveal hegemony and domination of the natives by the Dutch colonials. From the theory used to the Tjerita Nji Paina text it is seen that hegemony and dominance got the legitimacy from the Dutch rulers who deceived the character Niti as subordinates at the sugar factory to hand over his daughters to become “nyai” or concubine to the character of Mr. Briot, his superior at the sugar factory.

 

Abstrak

Penelitian yang menggambarkan kehidupan di era kolonialial ini menggunakan teori poskolonialisme. Teori ini digunakan untuk mengungkapkan fakta cerita dalam cerita pendek berjudul Tjerita Nji Paina karya H. Kommer tentang representasi dan perlakuan terhadap pribumi oleh masyarakat kolonialis di masa itu. Cerpen Tjerita Nji Paina membawakan tema dominasi dan hegemoni terhadap pribumi dan terhadap perempuan. H. Kommer adalah salah satu penulis di zaman Hindia Belanda yang sering mengkritik pemerintah pendudukan Belanda, khususnya terhadap kaum pengusaha gula. Karya-karyanya menyuarakan perlawanan terhadap pengusaha gula yang menindas pekerja pribumi di masa itu  Penelitian ini mencoba mengungkap gambaran kolonialisme itu melalui deskripsi tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita ini dengan menggunakan teori penokohan. Ada tiga tokoh yang akan dideskripsikan dalam penelitian ini. Setiap tokoh merepresentasikan oposisi biner superior dan inferior dalam masyarakat kolonial di Hindia Belanda pada masa itu. Selanjutnya, digunakan teori poskolonial oleh Edward Said untuk melihat hegemoni dan dominasi terhadap kaum pribumi oleh kolonial Belanda. Dari teori yang digunakan terhadap teks Tjerita Nji Paina terlihat bahwa hegemoni dan dominasi mendapat legitimasi dari penguasa Belanda yang memperdaya tokoh Niti sebagai bawahan di pabrik gula untuk menyerahkan anak gadisnya menjadi nyai atau gundik dari tokoh Tuan Briot, atasannya di pabrik.  

 


Keywords


sastra;penelitian;poskolonialisme;sastra Hindia Belanda

Full Text:

PDF

References


Fromm, E. 2002. Cinta Seksualitas Matriarki Gender. (Pipit Maizier Penerjemah). Yogyakarta: Jalasutra.

Goode, W.J. 1983. Sosiologi Keluarga. (Sahat Simamora Penerjemah). Jakarta: Bina Aksara

Hall, S. 1996. “Who Needs Identity”. In S. Hall and P. Du Gay (eds) Questions of Cultural Identity. London: Sage

Hartono. 2005. “Mimikri Pribumi Terhadap Kolonialisme Belanda Dalam Novel Sitti Nurbaya Karya Marah Rusli (Kajian Postkolonialisme)”. DIKSI Vol.12, No.2, Juli 2005

Herusatoto, B. 2008 Simbolisme Jawa. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Herman, Luc and Bart Vervaeck.2001. Handbook of Narrative Analysis. Lincoln: University Of Nebraska Press.

Karim, M.R.1995.”Konflik Islam Kontemporer di Indonesia, Berbagai Variasi dan Kerumitannya. Prisma, no. 5 Mei 1995.

Luxemburg, Jan van. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Gramedia:Jakarta

Maier, H.M.J. 1990. “Some genealogical remarks on the emergence of modern

Malay literature”, Journal of the Japan-Netherlands Institute 2: 159-177. (Papers of the Dutch-Japanese Symposium on the History of Dutch and Japanese Expansion, In Memory of the Late Nagazumi Akira, Tokyo and Kyoto, 9-14 October 1989).

Pujiharto, Wening Udasmoro, Mutiah Amini. Identitas Pra-Indonesia dalam Cerita-cerita Pra- Indonesia. Dalam Litera volume 13 nomor Oktober 2014

Ratna, Nyoman Kutha. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

R.M., Laura Andri. Feminisme dalam Prosa Lama”Tjerita Nji Paina”Karangan H.Komer. Dalam Humanika,volume 22 nomor 2 tahun 2015

Said, Edward. 1977. Orientalism. London: Penguin.

Shaughnessy, J.J., Zechmeister, E.B., and Zechmeister, J.S. 2000 Research methods in psychology (5th ed) McGraw-Hill New York.

Teeuw, A. (2003). Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Toer, Pramudya Ananta, 2003. Tempo Doeloe: Antologi Sastra PraIndonesia. Jakarta: Lentera Dipantara

Sumardjo, Jakob.2004. Kesusastraan Melayu Rendah (Low Malay Literature) (in Indonesian). Yogyakarta: Galang Press

Vigorito and Curry.1998. Marketing Masculinity: Gender Identity and Popular Magazines

July 1998, Volume 39, Issue 1–2, pp 135–152




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v29i2.72.155-169

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v29i2.72.g131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AKSARA INDEXED BY:

 

 

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656 Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com