SISTEM LOU DAN HUMA DALAM MASYARAKAT DAYAK BENUAQ: MEMBACA NOVEL API AWAN ASAP KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN

diyan kurniawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan menggambarkan sistem lou dan huma yang terdapat dalam novel Api Awan Asap karya Korrie Layun Rampan. Masalah penelitian adalah bagaimana sistem lou dan huma, baik sistem sosiologis atau budaya, dan filosofis. serta posisi masyarakat dalam menghadapi faktor eksternal, yaitu perusahaan kayu, yang menganggu lou dan huma. Untuk memecahkan masalah dan tujuan penelitian digunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu dengan cara mendeskripsikan sistem lou dan huma, dan posisi masyarakat dalam menghadapi faktor eksternal. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra dan didukung dengan teori identitas dan ekokritik. Hasil penelitian membuktikan sistem sosiologis lou ditampilkan melalui bentuk rumah lou yang dibuat agar masyarakat yang tinggal di dalamnya merasa aman. Lou juga menjadi tempat pewarisan tradisi berupa kesenian dan produk budaya, serta tempat meneruskan garis keluarga. Secara filosofis, lou menunjukkan sistem kekerabatan dan keeratan perasaan di antara masyarakat. Sistem sosiologis huma adalah konsep pengelolaan hutan dan tanah yang memperhatikan ekosistem. Secara filosofis, huma dalam pembagian hutan. menunjukkan ketaatan masyarakat Dayak Benuaq kepada adat. Perusahaan kayu menyebabkan masyarakat mengalami trauma dan instropeksi terhadap kelegalan kepemilikan tanah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lou dan huma bukan hanya sebuah bangunan fisik dan pola mata pencaharian, tetapi merupakan penghubung masyarakat dengan tradisi. Masyarakat Dayak Benuaq berupaya mempertahankannya dari eksploitasi perusahaan kayu.

 


Full Text:

PDF

References


Anggraini, D. (2016). Budaya Lampung dalam Cerpen “Sabambangan” karya Budi P. Hates. Aksara, 28, 61.

Barker, C. (2013). Cultural Studies: Teori & Praktik (delapan). Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Bonoh, Y. (2003). Adat Kematian Suku Dayak Benuaq (pertama). Sendawar: Airlangga University Press.

Damono, S.D. (2002). Pedoman Penelitian Sosiologi Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional

Dedy, T. dkk. (2014). Penelitian Etnoekologi dan Etnoekonomi Tradisional Dayak Kabupaten Kutai Barat. Sendawar: Bumi Borneo Agung Konsultan.

Dewi, N. (2015). Manusia dan Lingkungan dalam Cerpen Indonesia Kontemporer: Analisis Ekokritik Cerpen Pilihan Kompas.Litera, 14, 376.

Faruk. (1994). Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hardiningtyas, P.R. (2015). Ekokritik: Ritual dan Kosmis Alam Bali dalam Puisi Saiban Karya Oka Rusmini. In Ecology of Languange & Literature (Banjarbaru, 125--135). Universitas Lambung Mangkurat.

Hardiningtyas, P. R. (2015). Manusia dan Budaya Jawa dalam Roman Bumi Manusia: Eksistensialisme Pemikiran Jean Paul Sartre. Aksara, 27, 83.

Hardiningtyas, P.R. (2016). Masalah Tanah dan Krisis Lingkungan di Bali dalam Antologi Puisi Dongeng dari Utara Karya Made Adnyana Ole. Atavisme, 19, 45--59.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi (sepuluh). Jakarta: Rineka Cipta.

Kumbara, A.A.N.A. (2008). Konstruksi Indetitas Orang Sasak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Humaniora, 20, 316.

Madrah, D. (2001). Adat Sukat Dayak Benuaq dan Tonyooi. Depok: Puspa Swara.

Moleong, L.J. (1994). Metodologi Penelitian Kualitatif. (T. Surjaman, Ed.) (5th Ed.). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rampan, K.L. (2015). Api Awan Asap. Jakarta: Grasindo.

Riwut, T. (1993). Kalimantan Timur Membangun Alam dan Kebudayaan (pertama). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sudikan, S.Ya. (2016). Ekologi Sastra (1st Ed.). Lamongan: CV Pustaka Ilalang Group.

Uar, N.D. dkk. (2016). Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Manusia pada Ekosistem Terumbu Karang. Majalah Geografi, 30, 89.

Wellek, R. dan Warren, A. (1993). Teori Kesusastraan.

Wijanarti, T. (2017). Perubahan Identitas Sosial Tokoh Ayuh dalam Dua Novel Karya Sandy Firli. Aksara, 20, 74.

Woodward, K. (1997). Identity and Difference. London: Sage Publication.

Yuwono, A.B. (2015). Peran, Fungsi, dan Makna Arsitektur Rumah Lamin dalam Budaya Adat Suku Dayak di Kutai Barat. Jurnal Teknik Dan Arsitektur, 16, 3.




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v31i1.334.39-53

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

 
   

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com