PRESERVASI DAN REVITALISASI BAHASA DAN SASTRA NAFRI, PAPUA: SEBUAH BAHASA HAMPIR PUNAH

Mujizah Mujizah

Abstract


Indonesia adalah bangsa yang beragam. Keberagaman  itu terlihat dari kekayaan bahasa dan sastra. Kekayaan bahasa mencapai 700-an bahasa dan satu di antara bahasa dan sastra suku Nafri, di Papua. Bahasa Nafri diklasifikasi sebagai bahasa hampir punah. Bahasa ini hanya dikuasai beberapa penduduk di atas 50 tahun. Tahun 2015 bahasa ini belum diajarkan kepada generasi muda. Padahal dalam bahasa itu terdapat beragam pengetahuan yang menjadi identitas lokal. Kekayaan suku Nafri ini jika tidak dipreservasi daya hidupnya akan menurun. Masalah yang dibahas dalam tulisan ini bagaimana cara meningkatkan daya hidup bahasa Nafri. Tujuannya menemukan cara dalam meningkatkan daya hidup bahasa dan sastra Nafri. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan melalui survei, observasi, wawancara, dokumentasi, dan pembelajaran. Hasilnya untuk meningkatkan daya hidup bahasa dan sastra Nafr, bahasa dan sastra itu harus diteliti, didokumentasi,  dan direvitalisasi. Penelitian sistem bahasa Nafri sudah dilakukan oleh pakar bahasa. Perekaman dalam berbagai ranah kehidupan perlu didokumentasi. Pembelajaran bahasa dan sastra dirancang dalam bentuk revitalisasi yang berbasis komunitas atau keluarga. Ketiga kegiatan itu mendapat dukungan dari masyarakat suku Nafri dan para pemangku kepentingan. Dengan dukungan itu bahasa dan sastra Nafri dapat meningkat daya hidupnya, apalagi masyarakat menggunakannya dalam ranah kehidupan. Kesimpulannya preservasi dalam bentuk penelitian, dokumentasi dan revitalisasi bahasa dan sastra Nafri dapat meningkatan daya hidup bahasa dan sastra.Program itu dapat menjadi salah satu model dalam penyelamatan bahasa dari kepunahan.

Keywords


preservasi; revitalisasi; dokumentasi; pengetahuan lokal

Full Text:

PDF

References


Badan Bahasa. (2017). “Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia”. (edisi revisi) Jakarta: Badan Pengem-bangan dan Pembinaan Bahasa.

Fautngil, Christ. (1995). "Bahasa-Bahasa di Daerah Jayapura: Satu Kajian Dialektologi". Depok. Tesis Universitas Indonesia.

Grimes, Barbara. (2002). “Kecenderungan Bahasa untuk Hidup atau Mati secara Global (Global Language Viability): Sebab, Gejala, dan Pemulihan untuk Bahasa-Bahasa yang Punah”. Dalam Bambang Kaswanti Purwo (Ed.). PELBBA, 15: 1-40. Jakarta: Kanisius-Unika Atma Jaya.

Hoffmann, Maureen. (2009). “Endangered Languages, Linguistic, and Culture: Researching and Reviving the Unami Language on the Lenape”. Tesis di Universitas Bryn Mawn College.

Ibrahim, Gufran Ali, (2008). "Bahasa Daerah Terancam Punah" Jakarta, Makalah dalam Kongres Bahasa.

Ismadi, Hurip Danu. (2017). “Kebijakan Pelindungan Bahasa Daerah dalam Perubahan Kebudayaan Indonesia” Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kafiar, Augus, Christ Fautngil, dan Albert Kameubu. (1987). Struktur Bahasa Nafri. Jayapura: Universitas Cendrawasih, Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Pusat.

Koentjaraningrat (1986). Pengantar Antropologi. Jakarta: Aksara Baru

Martinbongs, Antoh. (2015). "Peran Semantis Verba Bahasa Nafri". Dalam Jurnal Metalingua . Vol.13, No.2, Desember 2015. hlm. 125--140.

Masreng, Robert. (2002). "Struktur Semantis Verba Bahasa Nafri" . Jayapura: Universitas Cendrawasih, Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Mu'jizah dan Eri Setyowati. dkk. (2015). "Laporan Substansi Revitalisasi Bahasa Nafri: Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa.

Muhsin, Muh. Arief (tanpa tahun). "Konservasi Bahasa Daerah Laiyolo yang Hampir Punah di Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar

Muryati, Sri dan Dewi Kusumaningsih. 2011. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Sukoharjo: Univet Bantara Press

Pusat Bahasa, 2008. Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Pudentia, Maria (ed). (2006). Metode Penelitian Sastra Lisan. Jakarta: Yayasan Obor.

Sartini, Ni Wayan (2014). "Revitalisasi Bahasa Indonesia dalam Konteks Kebahasaan". Dalam Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik. Vo. 27, No.4, tahun 2014. Hlm. 206--210.

Setyowati, Ery dkk. (2016). Bahan Ajar Bahasa Nafri. Papua: Balai Bahasa Jayapura.

Sobarna, Cece. (2007). " Bahasa Sunda Sudah di Ambang Pintu Kematiankan?" dalam Makara, Sosial Humaniora, Vol. 11, No. 1, Juni, 2007: 13-17

Suharyanto. (2009). "Bahasa Ormu, Kayu Pulau, dan Tobati di Jayapura, Papua: Tinjauan Historis Komparatif". Yogyakarta. Tesis Universitas Gadjah Mada.

Supardi. (1993) "Relevansi Ungkapan Tradisional Bahasa Nafri dengan Pancasila sebagai Penggerak Pembangunan". Jayapura: Pen-didikan Bahasa dan Seni, Universitas Cendrawasih.

Undang-Undang Bahasa UU Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu kebangsaan, Nomor 24, Tahun 2009.

Widodo, Suprianto. (2007). Pemertahanan Bahasa Nafri. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Balai Bahasa Papua.




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v30i1.217.75-88

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

 
   

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656 Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com