EKSISTENSI PUISI INDONESIA DI BALI PADA ERA KOLONIAL

I Nyoman Darma Putra

Abstract


Kontribusi Bali pada masa-masa awal perkembangan sastra Indonesia dikenal sebatas karya-karya Panji Tisna. Hal ini tidak mengherankan karena tahun 1930-an Panji Tisna sudah menulis beberapa novel seperti Sukreni Gadis Bali (1936) yang diterbitkan Balai Pustaka dan menjadi karya klasik yang masih mengalami cetak ulang sampai sekarang. Sebetulnya, di luar karya Panji Tisna ada banyak puisi yang dipublikasikan penulis Bali di media massa seperti Surya Kanta, Bali Adnyana, dan Djatajoe, terbit di Singaraja pada era kolonial, 1920-an hingga awal 1940-an. Makalah ini mengidentifikasi puisi Indonesia penyair Bali yang terbit pada zaman kolonial dan menganalisis tema-temanya dikaitkan secara intertekstual dengan wacana sosial yang berkembang saat itu. Makalah ini menyimpulkan tiga hal. Pertama, puisi penyair Bali ikut memperkaya khasanah sastra Indonesia pada masa awal pertumbuhannya. Kedua, kehadiran puisi penyair Bali di media massa lokal ikut memperkenalkan sastra nasional di daerah Bali. Ketiga, puisi penyair Bali dijadikan media bagi penulisnya untuk mengartikulasikan kepedulian sosial, misalnya masalah pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan dan kekhawatiran masyarakat Bali yang tidak siap menghadapi dampak pariwisata.

 

 


Keywords


sastra Indonesia; masa kolonial; penyair Bali; intertekstualitas

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Eddy, Nyoman Tushi. 1997. ‘Puisi Bali, Selintas-Pintas’, Horison, 31-3:27-9.

Hunter, Thomas M. 1998. Figure in the Carpet: A Selection of Modern Indonesian Poetry of Bali. Rima 32, 1 (July):1-23.

Picard, Michel. 1999. ‘The discourse of kebalian; Transcultural constructions of Balinese identity’, in: Raechelle Rubinstein and Linda Connor (eds), Staying local in the global village; Bali in the twentieth century, pp. 15-49. Honolulu: University of Hawai’i Press.

Putra, I Nyoman Darma. 2003. Perempuan Bali Tempo Doeloe Perspektif Masa Kini. Denpasar: Pustaka Larasan.

Putra, I Nyoman Darma. 2011. A literary mirror; Balinese reflections on modernity and identity in the twentieth century. Leiden: KITLV.

Sukada, I Made. 1982. “Perkembangan Sastra Nasional di Bali”, dalam Catatan Kebudayaan dari Bali, edited by I. M. I Made Sukada, Ir. Ngurah Parsua, Drs. Wirawan Sudewa. Denpasar: Lembaga Seniman Indonesia Bali.

Sutedja-Liem, Maya. 2003. The turning wheel of time; Modernity and writing identity in Bali 1900-1970. PhD thesis Leiden University.

Teeuw, A. 1967. Modern Indonesian Literature. The Hague.




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v29i2.192.171-182

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AKSARA INDEXED BY:

 

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656 Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com