MEMAHAMI NILAI-NILAI BUDAYA TRADISI DALAM LAKON SENI PERTUNJUKAN BALI: SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

I Made Budiasa

Abstract


Setiap suku bangsa yang ada di muka bumi ini memiliki sumber yang berbeda dalam pembentukan karakter generasi muda penerus bangsanya. Dalam pembangunan karakter bangsa Indonesia, nilai-nilai kearifan lokal menjadi sumber penting yang harus dimiliki oleh generasi muda penerus bangsa. Melihat pentingnya nilai-nilai kearifan lokal itu, kajian ini menggunakan data LBM, LSI, dan LKN. Sebagai bangun karya sastra, karya-karya ini merupakan hal yang menarik untuk diteliti dengan tujuan agar para seniman dalam hal ini sebagai kelompok intelektual memberikan tawaran tentang identitas ideal, yaitu “modal sosial” dan “modal cultural” kepada masyarakat yang sedang mengalami krisis moral. Nilai-nilai, seperti nilai religius, cinta damai, jujur, disiplin, persahabatan, dan gemar membaca serta rasa tanggung jawab dapat dimanfaatkan untuk memperdayakan kontrol emosional masyarakat dalam penciptaan kedamaian dan kesejahteraan.


Keywords


lakon; nilai budaya; modal sosial

Full Text:

PDF

References


Budiasa, I Made. 2011. Analisis Stilistika dan Kritik Sosial Lakon Katundung Ngada. Denpasar: Panakom.

Budiasa, I Made dkk. 2011. “Wacana Lisan dalam Pertunjukan Tradisional (Wayang Kulit, Topeng, dan Arja) sebagai Agen Kebertahanan Kebudayaan Bali.” Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa, Balai Bahasa Denpasar.

Dibya, I Wayan. I999. Selayang Pandang Seni Pertunjukan Bali. Yogyakarta: MSPI.

Dibya, I Wayan. 2012. Geliat Seni Pertunjukan. Denpasar: Buku Arti.

Haerudin, Dingding. 2008. Implementasi KTSP dalam Pembeljaran Bahasa dan Sastra Sunda” (dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah dalam Kerangka Budaya, Mulyana, editor). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Juanda, Asep. 2011. “Nilai-nilai Positif Peribahasa Sunda dalam Pendidikan Karakter Bangsa” (dalam Seminar Na s i o n a l Ba h a s a d a n S a s t r a Membangun Karakter Bangsa, Nining Nur Alaini dkk., penyunting). Mataram: Kantor Bahasa Provinsi NTB.

Koentjaraningrat. 1990. Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Majid, Abdul & Dian Andayani. 2010. Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam. Bandung: Insan Cita Utama.

Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodologi Penelitian Kajian Budaya Ilmu

Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sabarani, Robert. 2012. Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: ATL.

Suyanto. 2011. “Urgensi Pendidikan Karakter” di laman resmi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. (www.educationplanner.org).

Pudentia MPSS. 2013. “Pendidikan Kajian Tradisi Lisan di Indonesia”(dalam Mengurai Tradisi Lisan Merajut Pendidikan Karakter, Nyn. Karmini dkk., penyunting). Denpasar : Cakra Press.

Zoetmulder, P.J. dan S.O. Robson. 2004. Kamus Jawa Kuna Indonesia (terjemahan Darusuprapta dan Suenarti Suprayitna). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v26i2.157.157-167

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

 
   

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com