PERUBAHAN IDENTITAS SOSIAL TOKOH AYUH DALAM DUA NOVEL KARYA SANDI FIRLY

Titik Wijanarti

Abstract


Abstrak

Karya sastra tidak terlepas dari peristiwa sosial budaya masyarakatnya yang dengan sengaja direfleksikan pengarangnya dalam karyanya. Salah satu unsur penting dalam karya sastra adalah tokoh dan perwatakannya. Penelitian ini meneliti dua novel karya Sandi Firly, yaitu Lampau dan Catatan Ayah tentang Cintanya kepada Ibu.  Masalah penelitian ini adalah perubahan sosial tokoh Ayuh dalam kedua novel tersebut. Tujuan penelitian adalah memaparkan perubahan identitas sosial tokoh Ayuh dalam kedua novel karya Sandy Firly tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kepustakaan dengan teknik simak dan catat. Metode analisis data menggunkan metode deksriptif analisis dengan teknik interpretatif. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan identitas sosial yang dilakukan oleh tokoh Ayuh dalam kedua novel tersebut merupakan sarana untuk melakukan migrasi sosial menuju kelas sosial yang lebih baik dalam masyarakat. Peristiwa dialami oleh individu dalam masyarakat dapat menjadi sebuah konstruksi identitad sosial dan memengaruhi identitas seseorang. Oleh karena itu, keberadaan tokoh dalam cerita tidak statis dan dapat berubah bergantung pada peristiwa yang dialaminya.

 

 


Keywords


perubahan; tokoh; sosial; novel: sastra

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Endraswara. S. (2013). Sosiologi Sastra Studi,Teori, dan Interpretasi. Yogyakarta : Ombak.

Ideham, S. dkk. (2015). Urang Banjar & Kebudayaannya. Yogyakarta: Ombak.

Firly, S. (2013). Lampau. Jakarta : Gagas Media.

Firly, S. (2015). Catatan Ayah tentang Cintanya kepada Ibu. Jakarta: Gagas Media.

Ganie, T.N. (2015). Sejarah Lokal Kesusastraan Indonesia di Kalimantan Selatan 1930—2011. Banjarmasin: Tuas Media.

Hadi, S. (2016). Dialektika Seribu Sungai Esai-Esai yang Membicarakan Puisi dan Sastra Modern Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

Rumaningsih, E. (2005). “Kepribadian Setadewa dalam Novel Burung-Burung Manyar Karya Y.B. Mangunwijaya: Representasi Akulturasi Budaya di Tengah Transisi dari Kolonial Ice Zaman Merdeka”. Tesis, Program Pascasarjana. Semarang: Universitas Diponegoro.

Ratna, N. K.(2003). Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Riwut, T. (2007). Kalimantan Membangun Alam dan Kebudayaan. Yogyakarta: NR Publishing.

Salam, A. (2006). Perubahan Sosial dan Pertanyaan Tentang Kearifan Lokal”. Makalah SP4 Jurusan Sastra Indonesia, FIB, UGM. Yogyakarta: Jurusan Sastra Indonesia, FIB, UGM.

Siyok, D. & Yankris. (2013). Discovery Manusia Dayak. Palangkaraya: PT Sinar Begawan Khatulistiwa.

Suryanata, J.T. (2012). Sastra Di Tapal Batas Tradisi Cerpen Banjar 1980—2000. Banjarmasin: Tahura Media.




DOI: http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v29i1.101.63-74

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Aksara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________________

AKSARA INDEXED IN:

 
   

 

_______________________________________________________________________________________________________
 

AKSARA is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

@2016 Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34, Tembau, Denpasar 80238 Telepon (0361)461714, Faksimile (0361)463656, Pos-el: jurnalaksara@yahoo.co.id, Laman: www.balaibahasaprovinsibali.com